Pendidikan Ekonomi Syariah Sebagai Instrumen Untuk Meningkatkan Pembangunan Ekonomi Negara

Di Indonesia saat ini pekermbangan pendidikan ekonomi syariah sudah mulai berkembang cukup pesat. Hal ini ditandai dengan munculnya program studi di berbagai perguruan tinggi baik yang berada di bawah naungan Kementerian Agama ataupun berada di bawah nauangan Kementerian Riset, Teknogi dan Pendidikan Tinggi. Tidak hanya program studi, ada juga berbagai pelatihan yang diselenggarakan oleh beberapa organisasi berkaitan dengan ekonomi syariah.
Meskipun relaif banyak yang sudah memfasilitasi terkait dengan pendidikan ekonomi syariah, namun masih terdapat permasalahan yang berkaitan dengan hal tersebut. Permasalahan ini terkait dengan kualitas pendidikan ekonomi syariah yang masih perlu ditingkatkan guna menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Untuk itu diperlukan sejumlah langkah stategis guna meningkatkan kualitas pendidikan ekonomi syariah sehingga pendidikan ekonomi syariah terutama di Indonesia memiliki daya saing di dunia internasional.
Salah satunya yaitu perlunya peningkatan kualitas kurikulum pendidikan ekonomi syariah. Cara penyelesaian hal tersebut diantaranya perlunya standarisasi kurikulum pendidikan ekonomi syariah, baik yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi maupun lembaga atau organisasi yang ada. Selain itu, alangkah baiknya jika kurikulum pendidikan ekonomi syariah dapat disesuaikan ataupun beradaptasi dengan perkembangan masa. Untuk itu diperlukan adanya koordinasi antara pemerintah dengan berbagai lembaga ataupun organisasi yang ada guna melalukan evaluasi untuk kemudian menysusun aturan yang terkait dengan kurikulum pendidikan ekonomi syariah tersebut.
Namun, disisi lain tidak hanya kurikulum pendidikan ekonomi syariah saja yang perlu diperbaiki. Pihak lembaga ataupun organisasi yang telah memfasilitasi pendidikan ekonomi syariah juga harus memastikan kualitas sumber daya tenaga pendidik yang ada. Jika tenaga pendidik memiliki kualitas sumber daya manusia yang bagus, tentu hal ini akan berpengaruh pada sumber daya yang akan dididik olehnya nanti.
Selain itu diperlukan adanya dukungan dari pemerintah terkait dengan perkembangan pendidikan ekonomi syariah, misalnya saja melalui penyediaan fasilitas penunjang guna meningkatkan kualitas pendidikan ekonomi syariah yang ada. Dengan adanya fasilitas yang lengkap, yangmana disediakan oleh pemerintah diharapkan berbagai aktivitas yang berkaitan dengan pendidikan akan menjadi lebih mudah, sebagai contoh fasilitas yang disediakan pemerintah untuk mempermudah penelitian – penelitian yang ada pada perguruan tinggi, hal ini tentunya akan meningkatkan kualitas dari pendidikan itu sendiri.
Selain itu perlu adanya koordinasi dengan dunia industri sebagai sarana untuk mengaplikasikan perkembangan ekonomi syariah yang ada. Dunia industri seperti yang kita tahu bahwasannya dunia industri juga memberikan pengaruh yang besar terhadap perkembangan perekonomian, salah satunya adalah yang menerapkan sistem ekonomi syariah, yang pada dasarnya tentu saja memerlukan sumber daya yang berkualitas, salah satunya sumber daya manusia. Industri ini tidak hanya yang berkaitan dengan produksi saja tentunya, bisa juga industr yang berkaitan dengan keuangan.
Hal – hal tersebut tentu saja berguna bagi perkembangan pendidikan ekonomi syariah yang ada, dengan demikian tentu akan menghasilkan sumber daya – sumber daya manusia yang berkualitas, jika sumber daya manusia berkualitas tentu akan mampu meningkatkan berbagai aktivitas yang ada terutama berkaitan dengan pengelolaan sumber daya yang ada, salah satunya adalah sumber daya manusia. Dengan demikian, hal tersebut akan mampu meningkatkan pembangunan ekonomi suatu negara.

Ditulis oleh
Redita Aprilia
Staff Ahli Divisi Jaringan Kelompok Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro

KSEI Roadshow to School | SMA 3 Semarang

Jumat, 19 Mei 2017 KSEI FEB Undip telah menyelesaikan rangkaian acara yang terakhir dari Roadshow to School 2017. Sebagai penutup RTS di tahun ini, KSEI FEB Undip melakukan sosialisasi di SMA 3 Semarang. RTS kali ini juga merupakan salah satu wujud dari rangkaian acara Kampanye Nasional FoSSEI 2017.

Acara dibuka oleh Akhina Firdan Thoriq selaku MC, dilanjutkan dengan pembacaan tilawah. Selanjutnya sambutan-sambutan dari ketua panitia (Ukhtina Lusiana), ketua KSEI FEB Undip (Akhina Vega Alberta), dan diakhiri dengan sambutan dari kepala SMA Negeri 3 Semarang.

Masih sama seperti pada rangkaian acara yang pertama dan kedua. Pemateri kali ini ialah Ibu Dewi Kurniawati, beliau mengenalkan materi tentang perbankan syariah terkhususnya Bank Jateng Syariah. Bagaimana prinsip-prinsip syariah diterapkan di Bank Syariah dijelaskan oleh Ibu Dewi Kurniawati. Beliau juga mempromosikan tabungan Simpel atau tabungan yang khusus untuk pelajar. Setelah pemaparan materi, selanjutnya adalah sesi tanya jawab. Terlihat antusias yang tinggi dari siswa siswi yang mengajukan pertanyaan sekitar ekonomi islam dan bank Jateng Syariah. Pemaparan materi diakhiri dengan penyerahan kenang-kenangan kepada pembicara dan kepada pihak SMA 3 Semarang.

Selanjutnya sesi promosi lomba Olimpiadie Ekonomi Islam Sehati 8 disampaikan oleh Akhina Afif dan Ukhtina Mada. Acara ditutup dengan doa dan dilanjutkan dengan foto bersama.

Terima kasih kami sampaikan kepada Bank Jateng Syariah atas kerjasama dan dukungannya sehingga RTS 2017 ini berjalan dengan lancar dan sukses. Terima kasih pula kami sampaikan kepada ketiga sekolah (SMA 5 Semarang, SMA Islam Hidatulloh, dan SMA 3 Semarang) yang telah memberi kami kesempatan untuk mendakwahkan ekonomi islam. Mohon maaf bila terdapat kesalahan dan kekurangan selama RTS 2017 berlangsung dan sampai jumpa di RTS tahun depan! 😊


Jalin Ukhuwah Bersama KSEI CIES FEB UB

Sabtu, 6 Mei 2017 KSEI FEB Undip melaksanakan kunjungan studi banding ke KSEI CIES FEB UB, Malang. Anggota KSEI FEB Undip yang hadir pada stuban ini sejumlah 28 orang.

Acara ini dimulai pada pukul 10.00 WIB di Ruang Sidang Gedung Dekanat FEB Universitas Brawijaya yang dibuka oleh MC dan diteruskan dengan tilawah Al-qur’an. Acara selanjutnya yaitu sambutan. Sambutan pertama dari Ketua KSEI CIES FEB UB dilanjutkan dengan sambutan Ketua KSEI FEB Undip.
Setelah itu, acara dilanjutkan dengan presentasi profil KSEI CIES FEB UB terkait struktur organisasi dan program kerja oleh ketua KSEI CIES FEB UB Kemudian dilanjutkan dengan presentasi profil KSEI FEB Undip. Berdasarkan hasil presentasi profil masing-masing KSEI ini di diketahui bahwa ada perbedaan-perbadaan yang ada pada struktur organisasi, program kerja, tugas dan wewenang dari KSEI FEB Undip dan KSEI CIES FEB UB.

Acara selanjutnya yaitu ishoma lalu diteruskan dengan Focus Group Discussion (FGD) . Pada sesi ini pengurus KSEI FEB Undip dan KSEI CIES FEB UB sangat antusias dalam melontarkan pertanyaan-pertanyaan satu sama lain. Saling berbagi cerita bagaimana proses dan kendala apa saja yang dihadapi selama menjalankan tugas di KSEI. Sesi diskusi ini berlangsung selama satu jam.

Tepat pada pukul 14.00 WIB acara ini ditutup oleh MC. Sebelum penutupan, ada penyerahan cinderamata yang diberikan oleh KSEI FEB Undip kepada KSEI CIES FEB UB dan sebaliknya. Setelah acara ditutup kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

Sekitar pukul 15.00 KSEI FEB Undip pamit untuk melanjutkan acara selanjutnya yaitu Rihlah ke alun-alun kota Batu dan ke Batu Night Spectacular. Di sana para pengurus KSEI FEB Undip menghabiskan waktu untuk jalan-jalan dan me-refresh pikiran dari rutinitas KSEI dan kuliah.