Pengaruh Ramadhan terhadap Perekonomian Masyarakat Indonesia

Oleh : Umar Ruman Abdul Aziz

Bulan Ramadhan adalah bulan suci yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam di seluruh dunia termasuk Indonesia. Sebagai negara yang memiliki 240,62 juta penduduk muslim atau setara 86,7% dari total penduduk keseluruhan, Indonesia menjadi negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia (RISSC, 2023). Hal tersebut menjadikan bulan Ramadhan setiap tahunnya sangat berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat Indonesia baik dalam aspek spiritual, sosial, bahkan pertumbuhan ekonomi.

Grafik 1. Populasi Muslim Terbesar Beberapa Negara di Dunia (RISSC, 2023)

Sebagian masyarakat berpikir bahwa pertumbuhan ekonomi di bulan Ramadhan berjalan lebih lambat daripada bulan biasanya. Hal ini diasumsikan bahwa ada sekitar 240 juta lebih penduduk muslim Indonesia yang berpuasa, sehingga mereka mengurangi secara signifikan jumlah konsumsi makanan dan minuman di siang hari. Namun, fakta yang disebutkan GAPMMI pada tahun 2016 berkata sebaliknya, bahwa hadirnya bulan Ramadhan justru menjadi angin segar bagi para pengusaha, terutama UMKM dan jasa pelayanan transportasi. Hal itu bisa terjadi karena meskipun masyarakat Indonesia mengurangi konsumsi makanan dan minuman di siang hari, namun mereka memiliki kecenderungan peningkatan konsumsi pada waktu dan barang ekonomi lainnya. Misalnya kenaikan permintaan konsumsi makanan ringan (takjil) yang selalu dicari masyarakat Indonesia setiap bulan puasa sehingga mendorong pula terjadinya perputaran uang secara kencang yang menaikkan penghasilan UMKM di Indonesia. Lalu ada juga aktivitas mudik yang sudah umum dilakukan masyarakat Indonesia dalam rentang waktu Ramadhan, yakni ketika masyarakat kota biasanya berbondong-bondong kembali ke kampung halamannya masing-masing. Selain meningkatkan permintaan terhadap jasa transportasi, mudik tentunya juga menjadi aktivitas positif dalam rangka pemerataan peredaran uang di daerah lainnya yang jauh dari perkotaan. (Sumber: Covid-19 Community Mobility ; diolah Litbang Kompas/DEW)

Gambar 1. Peningkatan Aliran Uang Keluar pada Ramadhan dan Idul Fitri dibandingkan Bulan-Bulan Lainnya Dalam Kurun Waktu Delapan Tahun.
(Sumber: Bank Indonesia ; Diolah Litbang Kompas/TIN)

Naiknya permintaan konsumsi masyarakat yang tinggi juga berdampak pada kelangkaan barang ekonomi tertentu yang mendorong kenaikan harga. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, mencatat secara historis bahwa pada momen Ramadhan dan Idul Fitri juga terjadi peningkatan inflasi akibat permintaan masyarakat yang melonjak tinggi. Inflasi pada bulan April 2023 tercatat sebesar 0,33% (mtm) yang berarti lebih rendah dari inflasi Ramadan dan Idul Fitri pada tahun 2022 yakni 0,95% (mtm) pada April 2022 dan 0,40% (mtm) pada Mei 2022. Sementara secara tahunan, inflasi pada April 2023 sebesar 4,33% (yoy) dan dalam tren menurun sejak Januari 2023. Inflasi Volatile Food (VF) pada April cukup terkendali tercatat sebesar 0,29% (mtm) atau 3,74% (yoy). Capaian ini sesuai dengan kesepakatan dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi (HLM TPIP) 20 Februari 2022 untuk menjaga inflasi VF dalam kisaran 3- 5%.

Komoditas pangan yang menyumbang inflasi paling tinggi tahun lalu terjadi pada beras dan daging ayam ras (Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, 2023). Sehingga dapat diperkirakan bahwa komoditas tersebut juga akan mengalami kenaikan inflasi di tahun ini. Namun masyarakat tak perlu risau akan kenaikan harga yang akan terjadi sebab pemerintah tentunya akan mengatur tingkat inflasi agar tetap dalam batas wajar. Sebagai upaya menjaga harga pangan tetap terkendali dan menjaga daya beli masyarakat, Pemerintah melakukan Gelar Pangan Murah (GPM), Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta penyaluran bantuan pangan salah satunya beras (Badan Pangan Nasional/National Food Agency, 2024). Selain itu Pemerintah daerah seperti Pemerintahan Kabupaten Tanah Laut juga telah melaksanakan pasar murah untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga terjangkau.

Kesimpulannya adalah bulan suci Ramadhan sangat berperan terhadap pertumbuhan ekonomi dan peredaran uang secara merata di seluruh daerah yang disebabkan kenaikan permintaan konsumsi masyarakat baik makanan, minuman, jasa transportasi dan barang ekonomi lainnya. Kenaikan permintaan konsumsi yang terjadi juga berdampak pada kenaikan inflasi yang cukup signifikan terutama pada bahan pokok makanan seperti beras. Namun masyarakat tidak perlu khawatir akan kenaikan inflasi yang terjadi sebab pemerintah tentunya tetap akan menjaga inflasi pada batas yang normal sehingga masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan konsumsi mereka.

Daftar Pustaka

Alfian, Andi.2023.Mengapa Tindakan Konsumsi di Bulan Ramadhan Meningkat Pesat?. Diakses pada 26 Februari 2024. https://m.kumparan.com/andi-alfian-1553775947393438040/mengapa-tindakan-konsumsi-di-bulan-ramadhan-meningkat-pesat-206IOLL01S2

Annur, Cindy Mutia.2024.10 Negara dengan Populasi Muslim Terbanyak Dunia 2023, Indonesia Memimpin!. Diakses pada 23 Februari 2024. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2023/10/19/10-negara-dengan-populasi-muslim-terbanyak-dunia-2023-indonesia-memimpin

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia.2023.Inflasi Ramadan dan Idul Fitri 2023 Terjaga Stabil dan Lebih Rendah Dibanding Tahun Lalu. Diakses pada 23 Februari 2024. https://ekon.go.id/publikasi/detail/5110/inflasi-ramadan-dan-idulfitri-2023-terjaga-stabil-dan-lebih-rendah-dibanding-tahun-lalu

Milagsita, Anindya.2024.Puasa Ramadhan 2024 Tinggal Berapa Hari Lagi? Berikut Jadwal Lengkapnya. Diakses pada 23 Februari 2024. https://www.detik.com/jateng/berita/d-7202114/puasa-ramadhan-2024-tinggal-berapa-hari-lagi-berikut-jadwal-lengkapnya

Pemerintah Kabupaten Tanah Laut.2024.Pasar Murah Perdana 2024 Sukses, Ini Lokasi Lainnya Selama Januari. Diakses pada 26 Februari 2024. https://portal.tanahlautkab.go.id/pasar-murah-perdana-2024-sukses-ini-lokasi-lainnya-selama-januari

Yogatama, Benediktus Krisna & Mis Fransiska Dewi.2023.Momen Bulan Ramadhan Dorong Pertumbuhan Ekonomi. Diakses pada 23 Februari 2024. https://www.kompas.id/baca/ekonomi/2023/03/23/momen-bulan-ramadhan-dorong-pertumbuhan-ekonomi

.